7 Developer Game Asal Indonesia yang Sukses Mendunia

Posted on

Asumsi jika Indonesia ialah pasar bukan pemain dalam Industri game luntur telah. Ini ditunjukkan adanya deretan Developer Game ternama asal Indonesia, yang serta produk game asli bikinannya sekarang sudah mendunia serta dimainkan oleh juta-an gamers tiap hari.

Untuk salah satunya negara dengan kekuatan market paling menjanjikan, diketahui minimal ada 7 developer andal yang membuat bangga Indonesia dengan menghasilkan game online paling baik yang diterima oleh warga Internasional. Siapakah 7 penerbit/publisher mengagumkan itu? Berikut daftarnya.

Agate Studio

Nama Agate Studio tentu saja tidak asing di telinga komune tehnologi (khususnya gamer). Keberhasilan Game Developer asal Kota Bandung ini tidak terlepas dari usaha keras 18 anak muda kreatif yang membangun Agate Studio 11 tahun yang lalu pada tanggal 01 April 2009, sudah lama sekali kan. Buat Kamu yang ingin mengenal dengan nama beberapa pendirinya, di bawah ini salah satunya:

  • Arief Widhiyasa
  • Andrew Pratomo Budianto
  • Aditia Dwiperdana
  • Aswin Juari
  • Andhika Estrada
  • Beatrice Nauli Pohan
  • Charles Haryadi
  • Erga Ghaniya
  • I Made Teguh Arief Baskara
  • Nadia Kusumahdewi
  • Nikki Dibya Wardhana
  • Ray Suryadipta Susanto
  • Riyani Mardikaningrum
  • Shieny Aprilia
  • Teguh Budi Wicaksono
  • Vincentius H.W. Ismawan
  • Wiradeva Bijak

Waktu itu posisi mereka tetap jadi mahasiswa, tetapi mereka aktif bermain game. Diawalnya keputusannya, Agate sukses membuat 40 game dalam satu tahun, tetapi cuma 18 game saja yang sukses dipasaran. Salah satunya game bikinan mereka sukses menarik 1 juta pemain sesudah satu minggu dikeluarkan. Tidak itu saja, game itu mendapatkan empat penghargaan dalam negeri serta satu penghargaan internasional.

Salah satunya karya Agate yang fantastis sampai sukses tembus pasar dunia ialah game ‘Earl Grey and this Rupert Guy‘. Tidak cukup sampai disana, Agate serta sukses mengantongi beberapa pundi sekitar Rp 14 miliar rupiah dari salah satunya game mereka yang laku di pasar. Tertera ada tiga game karya Agate yang Go Internasional, yaitu

  • eSports Saga
  • Upin Ipin Untuk Metromillenium
  • Up In Flames

Serta sekarang, Agate sudah mengeluarkan game terbaru yang berjudul Esports King pada 28 Februari 2020 tempo hari untuk versus Android. Mereka mentargetkan akan mengantongi jumlah pemain sekitar dua juta user semasa tiga bulan peluncuran pertamanya.

Digital Happiness

Kalian tahu game Dread Out? Yup, itu game karya Digital Happiness yang mendunia. Game horror dengan tokoh penting seorang anak wanita SMA namanya Linda ini pernah melesat di pasar Internasional sesudah dimainkan oleh seorang youtuber gaming ternama namanya PewDiePie.

Semenjak dikeluarkan lima tahun kemarin, Digital Happiness sukses kumpulkan penghasilan sekitar US$ 14,99 dari pemasaran game Dread Out di market place Steam. Dapat kalian pikirkan sendiri berapakah keuntungan yang di bisa. Seperti Startup diawalnya – awal proses produksi, pendiri Digital Happiness Rachmad Imron akui pernah alami kesusahan permodalan. Tetapi karena usaha keras serta usaha gigih yang dijalani permasalahan keuangan itu bisa terselesaikan.

Saat ini Digital Happiness tengah kerjakan sequel Dread Out 2 serta buka peluang buat Investor yang ingin mendanai proses produksinya. Dalam lima tahu kedepan Digital Happiness mengharap dapat memberi semakin banyak impact buat dunia industri keseluruhannya atau dengan cara ekosistem.

Touchten Games

Touchten Games dibangun oleh kakak beradik Anton Soeharyo serta Roki Soeharyo yang memiliki persamaan spirit di bagian video game. Dibantu sepupu mereka Dede Indrapurna, ke-3 nya setuju untuk membangun Touchten Games. Nama Touchten adalah kombinasi dari “touch” yang disebut filosofi dari hp monitor sentuh serta ten yang bermakna surga atau langit dalam bahassa Jepang. Dengan nama ini ke-3 saudara itu ingin mengawali mimpinya sentuh langit.

Touchten Games jadi salah satunya Developer yang dihormati di Indonesia sesudah dua game besutannya dapat mendunia. Ke-2 game itu yakni Sushi Chain yang dapat menempati rangking 25 teratas overall free App di App Store US tahun 2009. Sesaat game Infinite Sky sukses merajai teratas 10 free app di Itunes App Store di tahun 2012 kemarin.

Keberhasilan Touchten sampai seperti saat ini bukan tanpa ada rintangan, di saat Infinite Sky masuk 10 besar free App, Touchten malah terserang bermacam tanggapan miring. Touchten di tuduh sudah lakukan manipulasi penjualan dengan memakai trick penjualan ilegal. Touchten dipandang merekayasa ulasan dengan memberi ulasan positif pada App Store. Sampai tahun 2015 tidak kurang dari 20 game sudah di hasilkan oleh Touchten

Toge Productions

Nama Toge Productions lahir dari ide anak negeri Kris Antoni. Toge Productions mulai diakui pasar lokal serta dunia sesudah game Infectonator besutannya sukses jadi Best Game of The Year serta Best Browser Strategy and Simulator di tahun 2012 yang lalu.

Tidak seperti kebanyak stratup lain nya yang bergerilya cari Investor, Toge malah terima permodalan dari Investor mana saja, baik lokal atau asing. Ketidaksamaan misi serta visi dan susahnya menyamai rencana yang ada membuat Toge Production malas buka peluang pada Investor. Maklum Toge Productions diketahui untuk Developer Game jalan Premium.

Lalu bagaimana Toge Productions dapat bertahan serta jalankan usaha tanpa ada dana fresh dari Investor? Diawalnya perjalanannya Toge pernah menghasilkan permainan Free Online Games yang saat itu terkenal di Facebook, dari sini Toge Productions lumayan mampu untuk bertahan serta jalankan usaha yang ada dengan rotasi keuntungan yang di bisa.

“Kami di Toge Productions sebetulnya sejauh ini lumayan mampu untuk bertahan serta jalankan usaha yang ada dengan rotasi keuntungan yang kami peroleh. Kami lihat funding sekarang ini dapat menolong kami untuk lakukan scale up sekaligus juga apply potensi kami,” kata Kris.

Tidak cuma menghasilkan game sendiri, Toge Productions coba peruntungannya dengan jadi investor di sejumlah penerbit/publisher game indie seperti Mojiken serta Game Changer.

Solite Studio

Game Developer dalam negeri yang karyanya mendunia selanjutnya ialah Solite Studio. Solite Studio dibangun oleh empat anak muda kreatif dari Kampus Trunojoyo, yakni Asadullohil Ghalib Kubat, atau yang dekat dipanggil Ghalib, Miftah Alfian Syah, Tony Wijaya, serta Muhammad Bagus Muslim.

Walau penerbit/publisher Game asal Madura ini belum sebesar Agate, tetapi kehadiran Solite Studio tidak dapat dilihat mata sebelah. Melalui game edukasi matematika garapan nya yang bertopik “Save the Hamster”, Solite Studio sukses memperoleh penghargaan di Microsoft Imagine Cup 2013 sekaligus juga bawa pulang hadiah sebesar US$ 10 ribu yang diadakan di Rusia.

Sampai tahun 2015 lalu game “Save the Hamster” sudah di ambil sekitar 1 juta kali di piranti Windows phone, entahlah telah seberapa banyak jumlah unduhnya saat ini. Game lain yang telah ditelurkan Solite Studio salah satunya adalah Count The Bunnies, Kuis Pintar Indonesia, serta Cerdas-Cermat SMP/SMA.

Night Spade

Bertempat di Kota kembang Bandung, Night Spade dibangun oleh beberapa kumpulan anak muda alumni ITB jurusan Tehnik Informatika pada 2010 yang lalu. Night Spade jadi salah satunya Game Developer lokal yang dapat menghasilkan game untuk mengonsumsi global. Stack the Stuff serta Animal Pirates ialah contoh buah karya Night Spade yang sering mendapatkan rating paling atas di Google Play Store atau Apple App Store.

Walau Night Spade sudah kukuhkan dianya untuk Game Developer Kasual, tetapi semenjak tahun 2015 Night Spade seperti lenyap dari peredaran. Night Spade tidak sempat lagi tampil di acara-acara seperti Game Prime. Diketahui, saat ini konsentrasi penting Night Spade ialah proses outsourcing bukan lagi produk. Dalam kata lain Night Spade tidak membuat produk game untuk dipasarkan kepasaran, tetapi mereka cuma akan meningkatkan game dari perusahaan lain.

Kidalang

Pada tempat Mobile The Tizen App Challenge yang diadakan di Barcelona, Spanyol pada 2014 yang lalu jadi riwayat diperjalanan usaha penerbit/publisher Game Kidalang. Dalam tempat bergensi itu Kidalang sukses menyapu juara untuk kelompok Role Playing Game and Strategy serta mendapatkan hadiah hadiah sebesar USD 250.000, atau seputar kira-kira Rp 3,2 miliar.

Lahirnya Studio Game asal Kota Bandung ini diinisiasi oleh dua orang teman dekat yakni Yusdi Saliman serta Yohan Alexander. Nama Kidalang sendiri diambil sebab kedua-duanya ingin bawa faktor Indonesia ke arena dunia. Betul saja, dalam tiap game garapannya, Kidalang sering menyisipkan faktor lokal seperti ciri-ciri, seting tempat, sampai nama masakan Indonesia. Salah satunya ciri-ciri yang kental akan nuansa lokal yaitu Gesang.

Nah itu barusan daftar Developer game asli dari Indonesia yang karyanya sudah mendunia. Untuk kamu yang tidak mau tertinggal kabar paling baru serta terupdate sekitar game, anime, handphone dan Esports yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *